Khotbah: Kenaikan Tuhan Yesus, 1 Juni 2000
Kisah Para Rasul 1: 6 12. GTR, Armed
Sdr ykks,
Kita berkumpul hari ini merayakan hari kenaikan Tuhan yesus ke Surga. Mungkin karena kebiasaan atau tradisi gereja sehingga kita menghadiri kebaktian ini tanpa kita bertanya apa atau dimana surga itu?. Gambaran surga biasanya dipahami sesuatu tempat diluar bumi atau diatas langit, murid murid melihat keatas, kelangit. Itu berarti surga berada diatas langit. Kita juga diajari di sekolah minggu bahwa surga berada di alam sana. Apakah memang benar bahwa surga adalah suatu tempat di akhirat nanti?. Dalam kitab Wahyu 21: 1-4, Yohannes menggambarkan sorga sebagai langit dan bumi yang baru, dimana tidak ada lagi air mata, maut atau ratap tangis. Jadi sebenarnya surga disini bukanlah suatu tempat melainkan suasana damai sejahtra, dimana penderitaan yang diakibatkan oleh ketidak adilan dan kemiskinan berakhir atau kematian yang disebabkan oleh kebencian dan dendam sesama manusia tidak ada lagi melainkan yang ada tinggal keadaan damai dan sejahtra; dimana tidak ada kerusuhan, kebencian, dendam dan kematian yang sia sia.
cerita ttg: Sendok panjang.
Sdr sdr ykks,
Sebelum Tuhan Y terangkat ke sorga ada semacam diskusi yang terjadi antara TY dengan murid muridNya seputar pemulihan kerajaan Israel. Murid murid seakan akan memaksa Yesus untuk memulihkan kerajaan Israel. Tuhan Yesus menjawab dengan memberi tugas kepada mereka untuk menjadi saksi di seluruh dunia. Murid - murid akan diberi kuasa untuk menjadi saksi dengan pertolongan Roh kudus. Begitulah kira kira amanat akhir Tuhan Yesus sebelum Ia terangkat ke surga yang akan menjadi amanat Tuhan Yesus juga kepada kita semua hari ini dan disini.
Menjadi saksi Tuhan Yesus artinya kita akan memberi kesaksian tentang bagaimana dan apa makna kehadiran Tuhan Yesus di dunia. Kesaksian itu tidak saja terbatas pada ucapan ucapan kita melainkan tindakan (aksi) yang mencerminkan makna dan tujuan kehadiran Tuhan Yesus di dunia. Apa artinya semua ini?. Mungkin kita akan harus bertanya lebih dahulu apa makna dan tujuan kehadiran Tuhan Yesus didunia agar supaya kita mengetahui apa yang harus kita saksikan. Sebenarnya kita dapat melihat dari sejumlah pelayanan Tuhan Yesus namun Lukas 4 18: 19 menolong kita untuk mengerti secara garis besar apa maksud kehadiran Tuhan Yesus di dunia: Roh Tuhan ada padaku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang orang tawanan, dan penglihatan kepada orang orang buta, untuk membebaskan orang orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.
Sdr-sdr ykks, makna pengutusan Tuhan Yesus oleh Allah adalah pemulihan keadaan dan kehidupan yang telah dirusakan menjadi kehidupan yang berharkat. Berari pula kehadiran Yesus di dunia untuk menghadirkan sorga di bumi karena Ia adalah pembawa damai atau dikenal dengan Raja Damai. Pertama tama dikatakan bahwa Ia diutus untuk menyampaikan inji kepada orang orang miskin. Kabar baik (injil) disini tidak terbatas pada kata kata yang manis manis atau yang menguatkan seperti berbahagialah orang yang miskin melainkan Tuhan Yesus pun menaruh perhatian yang besar kepada orang orang ini. PerhatianNya diwujudkan dalam tindakan dan pelayanan yang khusus bagi orang orang miskin, karena Ia sendiripun menjadi miskin. Sejumlah cerita mengenai pelayanan Tuhan Yesus kepada orang orang miskin (menderita baik itu secara fisik sakit, maupun secara finanzial).
Hal yang kedua yang menjadi maksud kedatangan Tuhan Yesus adalah untuk pembebasan orang orang yang tertindas karena ketidak adilan dan kerakusan orang lain. Dalam pelayanan Tuhan Yesus kita melihat dengan jelas bagaimana Yesus berada di pihak mereka yang disisihkan oleh masyarakat, misalnya ia mengangkat kendala yang di pikul oleh mereka yang tersisih, baik itu kendala penyakit atau pun kendala moral seperti bagaimana TY menghadapi seorang perempuan pelacur yang di hakimi oleh masa, dan lain sebagainya. Dengan kata lain Tuhan Yesus peduli kepada mereka yang tertindas, kepada mereka yang tersisih, kepada mereka yang dijadikan korban ketidak adilan, kepada mereka yang hak hak hidupnya sebagai manusia terinjak - injak dan sebagainya. Disini arti kabar baik itu ketika Tuhan Yesus mengatakan: Aku menyampaikan kabar baik itu berarti Ia melepaskan seseorang dari belenggu yang menjadikan dia tersisih dan tertindas, Ia melepaskan belenggu yang menjadikan manusia tidak lagi mengalami kedamaian dan sejahtra itu.
Hal ini yang harus disaksikan oleh murid murid Tuhan Yesus dan menjadi tugas kita sebagai pengikut Tuhan yesus. Berarti siapa yang mengaku sebagai pengikut Tuhan Yesus dipundak masing masing terpikul tugas ini: menjadi saksi akan perbuatan dan pelayanan Kristus. Menjadi saksi berarti turut terlibat atau dengan kata lain meneruskan perjuangan Kristus untuk menyampaikan kabar baik tadi kepada semua orang dan dimana saja kita berada. Menyampaikan kabar baik (injil) dalam bentuk keterlibatan secara aktiv dalam pemulihan keadaan yang tidak aman menjadi aman, memulihkan keadaan yang rusuh menjadi damai sehingga damai sejahtera meliputi dunia ini. Suatu tugas yang lumayan berat. Tuhan Yesus tahu itu, oleh sebab itu Ia sebagai Guru yang baik tidak saja memberi tugas kepada murid muridNya melainkan Ia pun membekali dengan modal yang cukup untuk menjalankan tugas tersebut yakni Roh Kudus.
Roh Kudus akan memampukan kita untuk menjadi saksi bagiNya.Tugas dan sekaligus modal dasar untuk hidup sebagai saksi saksi Kristus. Menjadi saksi Kristus sering disalah pahami hanya dengan batasan batasan ucapan belaka. Tetapi yang dituntut oleh Tuhan Yesus adalah lebih dari sekedar kata kata (ucapan ucapan) oleh sebab itu kita diberi kuasa untuk bertindak, melakukan hal hal yang mendatangkan damai dan sejahtera di tempat kita masing masing.
Sdr sdr ykks, Ketika Tuhan Yesus sudah terangkat ke Surga, para murid masih tinggal tertegun menatap Dia yang terangkat, setelah itu datang malaikat menegur para murid yang tinggal diam dan cuma terpaku akan kuasa Allah, seakan akan malaikat berkata: jangan cuma berdiam diri dan terpaku, lakukan apa yang ditugaskan kepadamu. Seakan akan Malaikat memperingatkan mereka untuk tidak berhenti pada menyaksikan kuasa Allah tetapi sudah saatnya untuk bekerja untuk menjalankan tugas sebagaimana yang diamanatkan oleh Dia yang baru saja pergi dan terangkat ke sorga. Menjadi saksi berarti aktiv melakukan kehendakNya dan bukan hanya menunggu seperti para murid yang kemudian ditegur oleh malaikat.
Demikian halnya kita sekalian, terkadang kita cuma terpaku atau berdiam diri menyaksikan keadaan sekitar kita yang semakin merisaukan. Sikap yang pasiv terkadang kita ambil karena kita tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini, ketika bom meledak di sebuah gereja di Medan, ketika begitu banyak korban yang berjatuhan di Poso, Ambon, Halmahera, dan di tempat lainnya, ketika dimulai lagi pemeriksaan KTP di Makassar. Kita terkadang cuma sebatas melihat. Firman Allah seperti kehadiran Malaikat pada murid murid Tuhan Yesus, akan mennghentakkan kepasivan kita untuk bangkit dari kepasivan. Ada tugas yang utama yakni menghadirkan damai dan sejahtera.
Mungkin suatu hal yang terlalu berlebih lebihan kalau kita dituntut untuk menghadirkan damai dan sejahtera di saat saat seperti ini, dimana situasi politik sudah semakin tidak terkontrol lagi. Kita kemudian cuma dapat bertanya: apa yang harus kita perbuat, bagaimana caranya menyatakan damai dan sejahtera itu. Kita mulai dari lingkungan yang terkecil, rumah tangga, tetangga dan di tempat dimana kita berada: hadirkan damai, upayakan hubungan yang baik antar sesama. Karena disaat saat seperti sekarang ini ketika manusia telah ditempa dengan segala bentuk kekerasan, orang akan semakin agresif. Kita akan menemukan kesan ini di jalan jalan. Keramahan sudah tidak ada lagi, orang akan semakin cepat terpancing dengan hal hal yang kecil kemudian melibatkan diri untuk tindakan kekerasan. Tugas kita sebagai saksi Kristus, terlebih dahulu adalah bagaimana kita berdamai dengan diri kita sendiri dengan kata lain bagaimana kita tidak ikut agresif tetapi sebaliknya mampu menyejukkan suasana yang panas. Itulah salah satu bentuk bagaimana menghadirkan damai sejahtera. Allah mengenal kita dengan kemampuan kita masing masing. Oleh sebab itu kita pun diberi kuasa untuk bertindak sesuai dengan kemampuan dan keadaan kita masing masing. Allah tidak pernah menuntut yang lebih dari yang kita punyai. Oleh sebab itu mulailah dengan hal hal yang kecil dan dalam lingkungan yang kecil karena sesuatu yang kecil kalau dikerjakan oleh kita semua akan menjadi modal yang besar dalam rangka melaksanakan tugas kita yang berat itu.
Sdr sdr ykks,
Murid murid Tuhan Yesus di tegur oleh Malaikat untuk tidak saja termangu dalam penantian akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Dalam penantian tersebut, harapan akan kedatangan TY menjadi pengharapan yang kuat akan pulihnya syaloom, damai sejahtra atau terwujudnya surga yang sejati, tetapi para murid dituntut untuk menanti dengan aktiv, menanti dengan bekerja bagi proses perwujudan syaloom Allah itu. Dalam masa penantian ini yang dikenal dengan masa antara, kita pun dipanggil untuk menanti dengan aktiv, bukan menunggu dengan bertopang dagu. Aktiv menjalankan tugas sebagai saksi yang hidup akan makna kehadiran Yesus yang kita wujudkan dalam hidup kita sehari hari sebagai orang yang membawa damai, orang yang cinta perdamaian, orang yang membela perdamaian dan kebenaran.
Seorang saksi akan dipercaya bukan karena ucapannya melainkan karena tindakan, perilaku dan karyanya. Oleh sebab itu untuk menjadi saksi Tuhan Yesus yang benar dan bukan saksi dusta, hendaknya kita memulai dari diri kita sendiri yakni mulai dengan tindakan kita yang membawa perdamaian dan upaya upaya kita lewat keterlibatan kita dalam proses perdamaian. Kita diberi kuasa untuk tugas ini dan modal dari tugas ini ialah Roh Kudus sehingga kita tidak menjadi lemah melainkan dikuatkan kalau kita jatuh dan dihibur jika kita putus asa.
Sdr sdr ykks, Allah telah memberi kuasa kepada kita untuk menjadi saksiNya dan Roh Kudus telah menolong kita. Ini hendaknya menjadi landasan dan modal utama dalam kita merespons tugas ini. Tuhan menolong kesaksian kita. Amin.