Ketika warna kulit berbeda
ketika model mata berbeda
ketika rambut berbeda
ketika nama khasmu berbeda
ketika sukumu mengikuti atau diikuti oleh penampilan alamimu
ketika namamu mengikuti ciri khas keyakinanmu
ketika engkau bukan maskulin
maka
engkau sudah bukan "kami"
pola pemisahan ini, adalah awal keretakan harga kemanusiaan
sebab
engkau bukan "kami"
maka
engkau adalah lawan "kami"
sesama manusia dilihat sebagai "lawan"
adalah langkah kedua dalam permainan kekerasan
sebab
engkau bukan "kami"
maka
engkau tidak mempunyai hak yang sama
Hak-hak kemanusiaan telah tercabik
oleh hak yang berbeda
sebab
engkau bukan "kami"
maka engkau tak dilindungi keadilan
Keadilan telah dikhianati
oleh pola "kami" dan "kamu"
maka
manusia sendiri merobek-rorobek kemanusiaan
atas nama "kami" lawan "kamu"
reformasi di atas abstraksi realitas
hanya akan menukar "kamu" menjadi "kami"
lalu "kami"pun akan berperilaku sama dengan
ketika "kami" yang "kamu" gantikan
reformasi di atas realitas
reformasi yang melihat" kamu" adalah "aku"
ketika aku bergabung menjadi bukan "kami" bukan "kamu"
tetapi aku yang adalah manusia
dihargai sebagai "manusia"
sekalipun mata kita berbeda!
sekalipun rambut kita berbeda !
sekalipun kulit kita berbeda !
sekalipun keyakinan kita berbeda !
manusia tidak boleh dikoyakan oleh abstraksi realitas
sebab
Manusia adalah Manusia! Utuh!
Juni 08-06-2000
wisma pinjamanku
yuberlian padele
E-mail: lianpp@gmx.net