dari: Jurnal Intim No. 4 - Semester Genap 2003

Diskusi tentang Karismatik: Membagi dan Mengevaluasi Pengalaman dalam Kelompok


Banyak anggota jemaat yang mempunyai pengalaman dengan kegiatan-kegiatan karismatik, tetapi jarang mendapat kesempatan dalam gereja untuk membicarakan pengalaman mereka secara terbuka karena merupakan sesuatu yang tabu. Padahal diskusi seperti ini sangat membantu mengantisipasi rasa bingung atau kecewa dan sekaligus dapat memperkaya jemaat untuk lebih mengetahui perasaan dan kebutuhan anggota jemaat untuk mengembangkan pelayanan yang lebih baik. Pertanyaan berikut ini hanya sebagai orientasi untuk pendekatan yang terbuka dalam sharing dalam kelompok diskusi:  
-  Bagaimana kontak pertama saya dengan gerakan karismatik, apa yang membuat saya sempat ikut kegiatan gerakan karismatik (ibadah, kelompok doa atau lain-lain)?
-  Bagaimana sikap dan perasaan saya terhadap kegiatan kelompok karismatik sebelum itu? Apa yang membuat saya tertarik / curiga / takut .... ?
-  Selama melihat / mengikuti kegiatan karismatik tersebut, apa saja pengalaman dan perasaan saya? Apa yang membuat saya merasa tertarik, terkesan, kerasan, disentuh secara pribadi atau spiritual dsb ... ? Dan atau apa yang membuat saya merasa tidak nyaman, terganggu, tidak cocok dengan spiritualitas atau teologi saya, kurang enak dsb ... ?
-  Setelah pengalaman tersebut, sejauh mana sikap saya terhadap gerakan karismatik berubah atau diperkuat? Apa yang dapat diakui sebagai hal yang positif, apa yang saya kritik / tolak sebagai hal yang negatif?
-  Setelah pengalaman tersebut, adakah sesuatu yang baru yang saya dapatkan (pelajaran, inspirasi, panggilan, perubahan atau lain-lain....), khususnya untuk kehidupan spiritual pribadi saya dan untuk pelayanan dan kehidupan spiritual gereja saya?
-  Bagaimana saya menilai sikap gereja saya yang seharusnya terhadap gerakan-gerakan karismatik?

Markus Hildebrandt Rambe