MIME-Version: 1.0 Content-Location: file:///C:/EA475D0B/demokrasipraktek.htm Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/html; charset="us-ascii" Sumber: www

Sumber:= www.oaseonline.org

&n= bsp;

&n= bsp;

Demo= krasi dalam Praktek:  Apa Artinya “Pemerintahan oleh Rakyat?”            = ;     

 

Pertanyaan Kunci:

Pertanyaan Susulan:

Contoh:

1.  Siapakah “Rakyat”?

Kelompok mana seharusnya terlibat d= alam pengambilan sebuah keputusan?

 

Apakah ada orang atau kelompok yang= sebaiknya tidak terlibat dalam pengambi= lan keputusan?

Lokasi kantor desa baru diputuskan oleh kepala desa atau BPD?  Atau bikin referendum dari selur= uh warga desa?

 <= /span>

Apakah tokoh masyarakat yang tinggal di Kupang perlu dilibatkan dalam keputusan di desa?

2.  Rakyat memerinta= h atas apa?

Dalam hal mana demokrasi merupakan = cara terbaik untuk pengambilan keputusan?

 

Apakah ada hal-hal yang berdampak p= ada kehidupan kita, tapi kita tidak merasa dilibatkan dalam keputusan-keputus= an yang menentukan?

Untuk memilih jodoh, apakah perlu diadakan pemungutan suara?

 

 

Bagaimana peranan kita dalam alokas= i dana pemerintah?  Proyek-Proyek? Kurikulum di sekolah?

3.  Bagaimana kita tahu apa yang dikehendaki rakyat?

Bagaimana rakyat yang beraneka ragam mencapai suatu pandangan bersama= ?

 <= /span>

Apakah hak minoritas tetap terjaga?

Apakah kepentingan petani, peternak, dan nelayan tertampung dalam tata ruang dan kebijakan desa?

 <= /span>

 

4.=   Dengan cara apa rakyat memerintah?

 

 

 

&nb= sp;          

Apakah rakyat terlibat langsung pad= a semua aspek pengambilan keputusan? (Demokrasi langsung/partisipatoris)

 

Apakah rakyat memilih wakil-wakil u= ntuk mengambil keputusan atas nama mereka? (Demokrasi perwakilan)

Kelompok tani?  Persidangan jemaat?

 

 

 

BPD?  DPR?

5.  Apakah memang ad= a Demokrasi?

Sampai sejauh mana proses-proses demokrasi memberi kuasa pada rak= yat?

(Silahkan jawab sendiri!)

 

 

 

 

 

 

 

       Unsur-Unsur Tetap dalam Sebu= ah Keputusan Demokratis

 

1.  Penetapan Agenda: =

 

e= &n= bsp;            = ;            &n= bsp;        Apa yang akan dibicarakan dan diputuskan? 

e= &n= bsp;            = ;            &n= bsp;        Siapa boleh mengajukan pokok-pokok untuk diagendakan?

e= &n= bsp;            = ;            &n= bsp;        Apakah peserta siap dan memiliki info= rmasi secukupnya untuk membicarakan setiap pokok agenda?

e  =             &nb= sp;            =        Apakah semua orang hadir yang seharusnya terlibat dalam perundingan masing-masing pokok agenda?

 

2. Perundingan

 

e            =             &nb= sp;         Apa yang merupakan alternatif-alternatif keputusan?

e            =             &nb= sp;         Apakah semua suara dan pendapat terdengar?

e            =             &nb= sp;         Apakah cukup waktu dipergunakan?

e            =             &nb= sp;         Apakah ada informasi/pengetahuan tamb= ahan yang diperlukan kelompok baru bisa mengambil keputusan?

 

 

3.  Pengambilan Keputu= san

 

   &= nbsp;        Keputusan mana yang dikehendaki para peserta?

e   &nb= sp;            =             &nb= sp;     Apakah perumusan keputusan cukup jelas dan difahami oleh semua?<= /p>

e        &= nbsp;           &nbs= p;             = Apakah ada kesempatan = untuk penyempurnaan perumusan dari peserta?

e      &nb= sp;            =             &nb= sp;  Apakah suara orang yang tidak setuju juga diperhitungkan?

&nb= sp;

4.&nbs= p; Penerapan/Pelaksanaan

 

e=    &nbs= p;            &= nbsp;           &nbs= p;     Bagaiamana keputusan yang diambil akan diterapkan atau dilaksanakan?

e            =             &nb= sp;         Apakah tanggung jawab pelaksanaan cukup jelas?

e            =             &nb= sp;         Apakah ada batas atau target waktu yang jelas?

e            =             &nb= sp;         Apakah ada kemungkinan pemantauan untuk menjamin bahwa keputusan kelompoklah yang terlaksana?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    = ;            &n= bsp;            = ;        Dua Jenis Perwakilan

 

Utusan:  Orang y= ang kita utus untuk menyampaikan suara kita, yang kita sudah “titipkan= 221; padanya.  Dia tahu kehendak ki= ta dan tidak akan berbuat lain dari apa yang kita telah sepakati.

 

Wali:   Orang yang kita percayakan untuk mengambil keputusan ya= ng terbaik, dengan mempertimbangkan kepentingan dan aspirasi kita.  Kita percaya bahwa dia adalah oran= g yang berhikmat dan akan setia pada kita.

 

Apakah kita membutuhkan seorang Utusan atau seorang Wal= i?

 

e        &= nbsp;           &nbs= p;      Utusan:  Kalau pokok keputusan yang akan diambil diketahui sebelumnya, dan pemikiran dan kehendak kelompok yang mengutus sudah jelas; juga, keputusan yang mau diamb= il tidak bersifat sangat teknis atau membutuhkan keahlian khusus.

        &= nbsp;

e        &= nbsp;           &nbs= p;      Wali:  Kalau sifat keputusan yang har= us diambil belum diketahui atau sangat beraneka ragam, atau membutuhkan proses kompromi dan negosiasi.  Juga,= kalau sifat keputusan bersifat teknis atau membutuhkan keahlian yang tidak dimili= ki oleh kelompok pengutus pada umumnya.

 

 

 


        &= nbsp;           &nbs= p;        Demokrasi Langsung:      &nb= sp;            =            TC \l1 "Demokrasi Langsung:

        &= nbsp;  Faktor-Faktor Penunjang dan Penghambat

 

 

Unsur D= emokrasi

&n= bsp;

Faktor Penunjang

Faktor Penghambat

Semua o= rang bisa mengangkat permasalahan, memberi usul, dan mengambil bagian dalam keputusan

&n= bsp;

Kesetar= aan masing-masing anggota diakui

 

Saling mengenal dan saling percaya

&n= bsp;

Perbedaan status dan kewibawaan yang sulit diatasi<= o:p>

&= nbsp;

Kurang = saling mengenal atau rasa curiga

Pertemu= an tatap muka

&n= bsp;

Kelompok relatif kecil dan homogen

&n= bsp;

Kelompo= k terlalu besar, atau kecil tapi kurang inklusif

 

Ada banyak perbedaan pola pikir dan kepentingan = ;           <= /o:p>

&n= bsp;

Diskusi bebas yang

meliba= tkan semua anggota

 

Tidak a= da batas waktu

 

Semua terbuka, rela membagi pikiran

 

Semua rela mendengar pendapat lain

&n= bsp;

Rasa “buang-buang waktu”

 

Diskusi didominir oleh pemimpin atau segelintir orang

 

Pidato berantai, tapi kurang saling mendengarkan

&n= bsp;

Cenderung mencari konsensus (mufakat)=

Ada yang m= ampu merangkum banyak pikiran dalam sebuah rumusan keputusan=

 

Ada solide= ritas kelompok yang melibihi perbedaan-perbedaan pendapat

Terjadi blok-blok yang berseberangan pendapat dan s= ikap “kalah/menang”

&= nbsp;

&= nbsp;

Tekanan= untuk “harus setuju”

 

oleh John Campbell-Nelson<= /p>