MIME-Version: 1.0 Content-Type: multipart/related; boundary="----=_NextPart_01C68C98.2285CEB0" This document is a Single File Web Page, also known as a Web Archive file. If you are seeing this message, your browser or editor doesn't support Web Archive files. Please download a browser that supports Web Archive, such as Microsoft Internet Explorer. ------=_NextPart_01C68C98.2285CEB0 Content-Location: file:///C:/2F8AA981/liturgia.htm Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/html; charset="us-ascii" Sumber: www

Sumber:= www.oaseonline.org

&n= bsp;

 

John Campbell-Nelson

 

Liturgia

Definisi Liturgia   =

 

HKUP GMIT 1991-1995 memberi penjelasan tentang liturgia seb= agai berikut:

“Liturgia berasal dari kata Yunani yang berarti "pelayanan kepada Tuhan".  Dalam pemakaian sehari-hari ia men= unjuk pada tatacara kebaktian, tetapi sebenarnya peranannya lebih luas.  Ada nuansa Liturgia dalam semua tingkah laku orang beriman di mana kita berhubungan dengan Tuhan.  Sec= ara tradisional, masyarakat NTT pada masa lampau memiliki pola hidup yang diatur secara liturgis.  Dalam agama = suku ada ritus untuk membuka kebun, mendoakan bibit, dan meminta hujan.  Ada juga ritus yang menandai setiap langkah dalam siklus hidup manusia dari kelahiran sampai kematian.  Da= lam banyak hal gereja telah merangkul fungsi-fungsi liturgis ini, misalnya deng= an doa bibit, "kle oe" pada 31 Oktober, dan dengan pelayanan baptisan untuk menyambut kelahiran seorang anak ke dalam persekutuan orang percaya.<= span style=3D'mso-spacerun:yes'>  Namun ada banyak aspek kehidupan j= emaat yang belum secara sadar dan bertanggung jawab diangkat oleh pelayanan li= turgia oleh gereja untuk dipersembahkan kepada Tuhan.”

 

Setelah penjelasan di atas, HKUP merumuskan sebuah pemahaman teologis tentang hakekat liturgia sebagai berikut:

  &nbs= p;   Liturgia adal= ah pelayanan gereja terhadap Tuhan, di mana gereja mengangkat tugas imamat dari Yesus Kristus sebagai Imam yang Agung untuk mempersembahkan keseluruhan kehidupan manusia kepada Tuhan, supaya dalam setiap langkah kehidupan orang percaya dapat dengan penuh keber= anian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibr.4.1= 6).

 

= Berdasarkan pemah= aman yang di atas, dapat dikatakan bahwa liturgia adalah:

v    Suatu po= la pendekatan pada Tuhan

v    Yang bersifat komunal (bukan hanya pribadi)

v    Yang berhubungan dengan siklus hidup manusia, s= iklus waktu/musiman, atau peristiwa-p= eristiwa yang penting dalam kehidupan bermasyarakat

v    Di mana para peserta menyampaikan sesuatu kepada Tuhan (iman,hormat, pujian, syukuran), dan mohon sesuatu dari Tuhan (pengampunan, anugerah, hikmat, berkat).

 

Norm= a-Norma Liturgis:

 

= Definisi di atas mencatat bahwa sebuah liturgi merupakan suatu pola pendekatan kepada Tuhan.  Sesuatu yang terpola berkaitan dengan norma-no= rma yang menentukan pola tersebut.  Secara historis, liturgi Kristen berpedoman pada sejumlah norma sebagai berikut:

=  =

v&nb= sp;           Norma Teologis:  Apakah pola pelaksanaan dan ucapan-ucapan dalam sebuah liturgi sesuai dengan landasan iman dan ajaran teologis dari persekutuan atau gereja di mana kebaktian itu berlangsung?

 

v      =       Norma Sejarah:  Apakah sebuah liturgi merupakan kelanjutan (atau paling sedikit tidak bertolak belakang dengan) tradisi dan kebiasaan turun-temurun dalam persekutuan beribadah?

 

v      =       Norma Estetik:&= nbsp; Apakah liturgi dituangkan dalam bentuk yang komunikatif, dengan simbol-simbol dan seni ekspresi yang bermakna bagi peserta dan mendalami penghayatan iman mereka?

 

v      =       Norma Pastoral:=   Apakah liturgi menyentuh pergumulan hidup para peserta dan memberi pembaharuan dan penguatan iman ke= pada mereka?

 

Pert= anyaan untuk  diskusi:

 

1.      = Saat-saat mana dalam kehidupan kita menurut anda= perlu ditandai oleh sebuah ibadah?  = Aspek mana dari kehidupan kita belum = atau tidak biasa dibawa kepada Tuhan dalam sebuah kebaktian bersama?<= /span>

 

2.      = Apa yang kita harapkan sebagai “hasil̶= 1; dari sebuah ibadah tertentu?

 

 

------=_NextPart_01C68C98.2285CEB0 Content-Location: file:///C:/2F8AA981/liturgia_files/header.htm Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/html; charset="us-ascii"





 

 

&= nbsp;

 

&= nbsp;

 

------=_NextPart_01C68C98.2285CEB0 Content-Location: file:///C:/2F8AA981/liturgia_files/filelist.xml Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/xml; charset="utf-8" ------=_NextPart_01C68C98.2285CEB0--