MIME-Version: 1.0 Content-Type: multipart/related; boundary="----=_NextPart_01C68C98.2285CEB0" This document is a Single File Web Page, also known as a Web Archive file. If you are seeing this message, your browser or editor doesn't support Web Archive files. Please download a browser that supports Web Archive, such as Microsoft Internet Explorer. ------=_NextPart_01C68C98.2285CEB0 Content-Location: file:///C:/2F8AA981/liturgia.htm Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/html; charset="us-ascii"
Sumber:=
www.oaseonline.org
John Campbell-Nelson
Liturgia
Definisi Liturgia =
HKUP GMIT 1991-1995 memberi penjelasan tentang liturgia seb=
agai
berikut:
“Liturgia
berasal dari kata Yunani yang berarti "pelayanan kepada Tuhan". Dalam pemakaian sehari-hari ia men=
unjuk
pada tatacara kebaktian, tetapi sebenarnya peranannya lebih luas.
Setelah penjelasan di atas, HKUP merumuskan sebuah pemahaman teologis tentang hakekat liturgia sebagai berikut:
&nbs=
p; Liturgia adal=
ah
pelayanan gereja terhadap Tuhan, di mana gereja mengangkat tugas imamat dari
Yesus Kristus sebagai Imam yang Agung untuk mempersembahkan keseluruhan
kehidupan manusia kepada Tuhan, supaya dalam setiap langkah kehidupan orang
percaya dapat dengan penuh keber=
anian
menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan
kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibr.4.1=
6).
=
Berdasarkan pemah=
aman
yang di atas, dapat dikatakan bahwa liturgia
adalah:
v Suatu po=
la
pendekatan pada Tuhan
v Yang bersifat komunal
(bukan hanya pribadi)
v Yang berhubungan dengan siklus hidup manusia, s=
iklus
waktu/musiman, atau peristiwa-p=
eristiwa
yang penting dalam kehidupan bermasyarakat
v Di mana para peserta menyampaikan sesuatu kepada Tuhan (iman,hormat, pujian,
syukuran), dan mohon sesuatu dari=
i>
Tuhan (pengampunan, anugerah, hikmat, berkat).
Norm=
a-Norma
Liturgis:
=
Definisi di atas mencatat bahwa sebuah liturgi
merupakan suatu pola pendekatan kepada Tuhan. Sesuatu yang terpola berkaitan dengan norma-no=
rma
yang menentukan pola tersebut. Secara
historis, liturgi Kristen berpedoman pada sejumlah norma sebagai berikut:
=
v&nb=
sp;
v =
v =
v =
Pert=
anyaan
untuk diskusi:
1. =
Saat-saat mana dalam kehidupan kita menurut anda=
perlu
ditandai oleh sebuah ibadah? =
Aspek
mana dari kehidupan kita belum =
atau
tidak biasa dibawa kepada Tuhan dalam sebuah kebaktian bersama?
2. =
Apa yang kita harapkan sebagai “hasil̶=
1;
dari sebuah ibadah tertentu?
|
|
|
|