MIME-Version: 1.0 Content-Type: multipart/related; boundary="----=_NextPart_01C68C9E.872506F0" This document is a Single File Web Page, also known as a Web Archive file. If you are seeing this message, your browser or editor doesn't support Web Archive files. Please download a browser that supports Web Archive, such as Microsoft Internet Explorer. ------=_NextPart_01C68C9E.872506F0 Content-Location: file:///C:/A047BEAB/pedomamMSK.htm Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/html; charset="us-ascii"
Sumber:=
www.oaseonline.org
&nbs=
p; PEDOMAN PENGGUNAAN METODE STUDI KASUS=
oleh John
Campbell-Nelson
=
METODE
STUDI KASUS adalah suatu pola dasar yang membimbing proses pemikiran
pastoral-theologis tentang masalah-masalah dan keadaan-keadaan yang dihadapi
dalam konteks pelayanan. Meto=
de
yang diuraikan di sini dapat bermanfaat bagi para ahli theologia pastoral,
pastor dan pendeta, dan orang-orang lain yang terlibat dalam pelayanan
pastoral.
=
METODE
STUDI KASUS dapat dipakai untuk mempelajari Tradisi Kristen dalam kaitannya
dengan kehidupan dan pergumulan gereja masa kini.
Apakah Kasus Itu?
=
Kasus
adalah suatu kejadian atau situasi yang ada dalam kehidupan yang sesungguhn=
ya,
yang diangkat sebagai masalah yang harus ditangani atau sebagai alat untuk
belajar. Dalam proses studi k=
asus,
istilah "kasus" juga dipakai untuk deskripsi (laporan, ceritera)
tentang peristiwa atau situasi yang sementara dibahas. Tentu perlu kita ingat bahwa dalam
kenyataan suatu peristiwa selalu melebihi deskripsinya.
=
Sebuah
kasus dapat saja disampaikan secara lisan, tetapi lebih mudah dipelajari
bersama apabila kasus itu dirumuskan secara tertulis.
1. Singkat
(tidak memuat
2. Jelas
dan teliti (supaya orang lain dapat "masuk ke dalam" dan mema=
hami
situasi kasus)
3. Obyektif
(sesuai dengan kenyataan, menghindari prasangka atau tafsiran pribadi penul=
is)
Perlu diperhatikan juga =
bahwa
kalau kasus dapat menyinggung pribadi orang dimuka umum, seharusnya semua n=
ama
orang dan tempat diberi nama samaran.
Langkah-langkah dalam Pembahasan Kasus
=
Setiap
langkah dalam pembahasan kasus perlu diikuti secara berurutan untuk menghin=
dari
kita dari menempuh "jalan pintas" dalam menghadapi kasus-kasus
pelayanan. Yang dimaksud deng=
an
jalan pintas ialah kecenderungan untuk melompat langsung pada "jalan
keluar" sebelum kita memahami situasi yang dihadapi dengan baik, ataup=
un
sebelum kita menghayati segi theologisnya.=
Percuma kita memberi =
jalan
keluar kalau belum tahu mau ke mana!
&nb=
sp; Ada
empat langkah dalam pembahasan sebuah kasus:
1.
DESKRIPSI:=
Pertanyaan kunci: Apa
yang terjadi?
&nb=
sp; Deskripsi
artinya menggambarkan dengan jelas.
Pada langkah ini kita melihat, mendengar, dan menggambarkan kasus itu
apa adanya. Di sini semua
fakta-fakta yang harus diketahui untuk memahami dan menanggapi situasi kasus
dikemukakan. Hal-hal yang ber=
sifat
penafsiran atau kesimpulan penulis dihindari. Kalau
2.
ANALISIS:<=
span
style=3D'mso-spacerun:yes'>
Pertanyaan kunci: Mengapa
terjadi begitu?
Analisis berarti uraian. Pada langkah ini kita menguraikan =
kasus
untuk memperdalam pemahaman kita tentang faktor-faktor dan sebab-sebab yang
mempengaruhi kejadian atau situasi yang dihadapi. Bagaimana pandangan, perasaan, dan
motivasi dari pelaku-pelaku dalam kasus ini? Apakah ada pengaruh dari keadaan-k=
eadaan
ekonomis, sosial, atau adat-istiadat yang memainkan peranan? Di manakah terletaknya masalah atau
pokok yang paling penting untuk diperhatikan oleh gereja atau pelayan?
3.
INTERPRETASI:
Pertanyaan kunci: Apa
artinya dari segi iman Kristen?
Interpretasi artinya penafsiran. Dalam langkah ini kita coba member=
ikan
pendapat kita sendiri tentang kasus sesuai dengan iman dan pemahaman theolo=
gis
yang ada pada kita. Kita memb=
uka
sebuah dialog di antara peristiwa-peristiwa dalam kasus dengan tradisi/iman
Kristen. Sumber-sumber pemaha=
man
dari Alkitab, sejarah dan ajaran gereja, penggembalaan, dan etika Kristen
diangkat untuk menerangi kasus dan melandasi pendirian kita. Bagaimana iman kita dapat menangga=
pi
kasus ini? Dan sebaliknya,
bagaimana kasus ini dapat memperdalam atau memperluas pemahaman kita tentang
iman Kristen?
4.
PERENCANAAN AKSI PASTORAL:
Pertanyaan kunci: Apa
yang bisa dibuat?
Berdasarkan tiga langkah sebelumny=
a, kita
merencanakan aksi (tindakan) yang dapat melayani orang-orang,
kelompok-kelompok, lembaga-lembaga, atau struktur-struktur masyarakat yang
terlibat dalam kasus. Tugas
perencanaan ini bukan saja menyangkut dengan tindakan-tindakan tertentu tet=
api
juga termasuk dasar, patokan, dan tujuan yang hendak dicapai. Dasar-dasar pastoral ini bertolak =
dari
pemahaman yang dihasilkan oleh analisis kita bersama bimbingan yang kita
peroleh dalam langkah interpretasi.
Berdasarkan semuanya itu, pendekatan pastoral yang bagaimana yang pa=
ling
baik untuk menjawab permasalahan dalam kasus ini?
|
|
|
|